Fokus Pada Industri Kreatif

July 31, 2018

Industri Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor baru yang saat ini tengah menjadi bahan kajian serius oleh pemerintah untuk dikembangkan sebagai salah satu lokomotif dalam peningkatan ekonomi nasional. Industri kreatif ditandai dengan berkembangnya ide dan keterampilan individu sebagai modal utama.

Industri kreatif memiliki pengaruh pada perekonomian nasional yang cukup signifikan. Data dari Studi Pemetaan Industri Kreatif 2007 yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan RI menyebutkan, kontribusi industri kreatif pada PDB tahun 2002-2006 rata-rata sebesar 6,3 persen dan mampu menyerap 5,4 juta tenaga kerja. Pada 2019 mendatang industri kreatif Indonesia diprediksikan akan mampu menyaingi industri kreatif Korea Selatan.

Industri kreatif dipercaya mampu untuk memberikan kontribusi positif bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, penyerapan tenaga kerja dan arus masuk devisa negara. Industri kreatif juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan jati diri bangsa. Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi.

Saat ini, terdapat 16 subsektor industri kreatif yang akan terus dikembangkan, yakni televisi, seni pertunjukan, seni rupa, musik, radio, aplikasi game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, periklanan, penerbitan, fotografi, desain produk, fesyen, film dan animasi video, kriya, dan kuliner.

Pada 2015 lalu, industri kreatif memberikan kontribusi bagi Produk Domestik Bruto (PDB) berkisar 7,05 persen atau senilai Rp 642 triliun. Kontribusi tersebut berasal dari usaha kuliner yakni sekitar 32,4 persen diikuti dengan mode 27,9 persen dan kerajinan 14,88 persen. Selain itu, industri kreatif menempati posisi keempat dalam penyerapan tenaga kerja yang mencapai 11,8 juta orang.

Sementara itu pada bidang teknologi informasi (TI), Presiden Joko Widodo juga telah mencanangkan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce mencapai USD 130 miliar dan menghasilkan 1.000 teknopreneur, pada tahun 2020 mendatang. Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan adat istiadat, serta kearifan lokal lainnya.

Kekayaan budaya yang beragam dan bervariasi merupakan sumber inspirasi dalam mengembangkan industri kreatif dalam negeri dan potensinya makin besar bila didukung dengan kemajuan teknologi. Konsumen dalam negeri juga perlu memberikan dukungan dan kecintaannya terhadap produk dalam negeri. Hal tersebut akan mampu menyokong kemampuan pelaku industri kreatif menjadi tuan di negeri sendiri.

Saat ini Pemerintah juga tengah mengupayakan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal kepada pelaku industri kreatif sebagai langkah dalam mendukung dan mengembangkan industri kreatif guna meningkatkan ekonomi nasional.

Untuk kalian yang ingin mulai berbisnis namun bingung mulai dari mana, tidak tahu harus bertanya kepada siapa. wehype.id mengumpulkan delapan tips dari berbagai pelaku industri kreatif yang telah terjun lama di industrinya mengenai bagaimana step by step memulai bisnis di industri kreatif.

Bangunlah jaringan networking-mu

Punya skill yang mumpuni aja itu gak cukup sih, kalian juga harus mampu memahami orang-orang, konsumen kalian, agar usaha kalian dapat berjalan sebagai bisnis. Mulailah dengan banyak berinteraksi dengan orang-orang disekelilingmu, sebisa mungkin sering bertemu dengan muka-muka baru yang belum pernah kalian jumpai sebelumnya. Selain bisa memperluas pasarmu, kamu juga bisa bertemu dengan orang-orang dari bidang lain yang bisa kamu ajak sebagai kolaborator dari usaha yang kamu punya nantinya. Intinya sih, be kind to everyone!

Bersiaplah untuk berkompromi

Dalam sebuah bisnis yang dijalankan pasti ada value atau nilai yang menjadi landasan, namun jangan sampai nilai yang kamu bawa terlalu tinggi. Kalian harus mampu berkompromi, bisnismu bukanlah sesuatu yang menyediakan segalanya, stay realistic! Kamu tidak akan bisa menyediakan kualitas terbaik, dengan harga termurah, dan proses pengiriman tercepat, tidak akan bisa kamu mendapatkan semuanya dalam satu waktu. Jadi cobalah berpikir mana nilai yang patut diprioritaskan dan mana yang tidak.

Lebih memperhatikan kebutuhan pasar

Pertama, coba lihat apa yang masih kurang dari lingkunganmu sendiri, kebutuhan apa yang selama ini masih belum diberikan oleh siapapun. Kemudian perhatikan apakah kekurangan tersebut juga terjadi di masyarakat, dan ini bisa dilakukan dengan riset kecil-kecilan di lingkungan teman-temanmu maupun keluarga. Dan apabila ternyata risetmu menunjukkan adanya kekurangan yang sama, maka muncullah kebutuhan pasar.

Jangan takut gagal

Jangan pernah takut gagal, karena gagal sendiri adalah proses belajar. Kemungkinan besar bisnismu tidak akan berjalan dengan lancar di awal. Perlu untuk melakukan beberapa riset yang lebih mendalam, penyempurnaan produk, percobaan berbagai bentuk model bisnis hingga cocok dengan bisnis kita, dan masih banyak lainnya. Jadi, kegagalan merupakan sebuah proses panjang dari perjalanan bisnis kalian. Coba nikmati proses tersebut, belajar dari kegagalan, dan jangan terbutakan dengan goals saja.

Fokus pada pasar

Kalo kamu sudah menemukan pasar yang cocok dengan bisnismu, fokuslah pada mereka terlebih dahulu. Fokuslah pada mereka yang menikmati projek bisnismu. Dengan fokus pada mereka kalian akan lebih memahami kebutuhan pasar dan masalah-masalah yang ada pada produkmu. Cobalah memahami kebutuhan mereka terlebih dahulu sebelum mencoba ke pasar yang lebih luas dimana kamu buta informasi tentang mereka. Pelan tapi pasti, sedikit demi sedikit kamu akan menemukan insight lebih banyak.

Carilah pendekatan baru

Cobalah untuk melakukan banyak hal baru untuk menunjang bisnismu, jangan menggunakan hal-hal lama yang sudah tidak cocok di era sekarang. Sekarang merupakan era media dan online, maksimalkan platform-platform seperti itu. Jangan lagi menggunakan metode konvensional seperti brosur dan poster apabila tidak terlalu dibutuhkan, eksplor lebih jauh bagaimana memaksimalkan fungsi sosial media dan internet!

Bersiaplah untuk masa-masa susah dan penuh tantangan

Tahun-tahun pertama akan menjadi tahun yang sangat susah untuk kalian. Tantangan terberat hadir saat kalian telah mendirikan bisnis, bagaimana kalian mampu menjaga kestabilan perusahaan agar terus berjalan. Apakah perusahaan kalian akan bertahan untuk satu tahun kedepan? Bagaimana pandangan kalian untuk dua sampai tiga tahun kedepan? Model bisnis yang seperti apa yang cocok untuk kalian? Bagaimana fundingnya? Kalian akan terus dihadapkan dengan berbagai permasalah seperti itu, jangan jadikan bisnis yang kalian dirikan ini hanya sebagai semangat yang bersifat sementara. Be tough!

Segera realisasikan!

Jangan ragu, jangan khawatir, jalanin aja. Abaikan kata-kata mereka yang meremehkan dan meragukan bahwa bisnismu akan berjalan jauh. Kalo kamu ingin sesuatu, kamu harus melakukan sesuatu untuk mendapatkannya. Kalo kamu punya mimpi, kamu harus melakukan sesuatu agar mimpimu terwujud. Kegagalan yang (apabila) kamu temui adalah sebuah proses perjalanan dan pembelajaran. Dengan kegagalan membuktikan bahwa kamu lebih baik baik dari mereka yang tidak berbuat apa-apa. Dari kegagalan pula kamu akan belajar, agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedepannya!