Jasa Sebar Kuesioner

July 5, 2018

Dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data yang lazim digunakan adalah menyebarkan kuesioner, yaitu daftar berisi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang harus dijawab oleh responden. Meski terkesan mudah, sesungguhnya membuat kuesioner yang efektif cukup rumit; selain itu, dibutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Anda perlu membuat kuesioner untuk mendukung proses pengumpulan data penelitian? Baca terus artikel ini untuk menemukan strategi membuat dan menyebarkan kuesioner yang efektif.

Tentukan tujuan kuesioner. Data atau informasi apakah yang ingin Anda kumpulkan dari kuesioner tersebut? Apa tujuan utama penelitian Anda? Apakah kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang efektif untuk jenis penelitian Anda? Tentukan pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian adalah satu atau beberapa pertanyaan yang merupakan fokus utama dalam kuesioner Anda.

Kembangkan satu atau beberapa hipotesis yang ingin Anda uji. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner Anda harus diarahkan sedemikian rupa untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut.

Pilih tipe pertanyaan. Ada beberapa tipe pertanyaan yang lazim digunakan dalam kuesioner penelitian; setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, serta sangat bergantung pada data atau informasi yang ingin Anda kumpulkan. Beberapa tipe pertanyaan yang lazim digunakan dalam kuesioner:

Pertanyaan dikotomis: pertanyaan dikotomis hanya mampu dijawab dengan “ya” atau “tidak”; terkadang, ada pula kuesioner yang menyediakan jawaban “setuju” atau “tidak setuju”. Tipe pertanyaan ini paling mudah untuk dianalisis, namun tidak bisa dijadikan alat ukur yang akurat dan mendetail.

Pertanyaan terbuka: pertanyaan terbuka mengizinkan responden untuk menguraikan jawaban. Secara umum, tipe pertanyaan ini berguna untuk memahami sudut pandang responden, namun sangat sulit untuk dianalisis. Tipe pertanyaan ini sebaiknya digunakan untuk menjawab pertanyaan “mengapa”.

Pertanyaan berupa pilihan berganda: tipe pertanyaan ini dilengkapi dengan tiga pilihan jawaban atau lebih yang saling bertentangan; responden kemudian diminta untuk memilih satu atau beberapa jawaban yang menurutnya paling sesuai. Pertanyaan berupa pilihan berganda dapat dianalisis dengan mudah, namun kemungkinan tidak melibatkan jawaban yang paling diinginkan responden.

Pertanyaan berupa skala ordinal/skala peringkat: Tipe pertanyaan ini meminta responden untuk mengurutkan pilihan jawaban yang disediakan. Misanya, responden mungkin diminta untuk mengurutkan lima buah pilihan jawaban dimulai dari yang kurang penting sampai paling penting. Tipe pertanyaan ini secara tidak langsung memaksa responden untuk mendiskriminasi pilihan-pilihan yang ada, namun tidak mampu menjelaskan alasan di balik pilihan responden.

Pertanyaan berupa skala bertingkat: tipe pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menilai suatu isu berdasarkan skala ukur yang tersedia. Anda bisa menyediakan skala ukur berupa angka 1-5; angka 1 mewakili jawaban “sangat tidak setuju”, sementara angka 5 mewakili jawaban “sangat setuju”. Tipe pertanyaan ini sangat fleksibel, namun tidak mampu menjawab pertanyaan “mengapa”.

Kembangkan pertanyaan kuesioner Anda. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner harus jelas, ringkas, dan lugas. Pertanyaan yang tidak bertele-tele memungkinkan Anda untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat dari responden.

Tulis pertanyaan yang ringkas dan sederhana. Hindari membuat pertanyaan yang terlalu rumit atau sarat istilah teknis; dikhawatirkan, pertanyaan tersebut akan membingungkan responden dan mencegah mereka memberikan respons yang akurat.

Saatnya menguji kuesioner Anda. Mintalah sahabat atau kerabat terdekat Anda untuk mengisi kuesioner tersebut (jangan menghitung hasilnya!), dan lakukan revisi jika diperlukan. Untuk menguji kuesioner, setidaknya mintalah bantuan 5-10 sahabat dan/atau kerabat Anda. Setelah mereka selesai mengisi kuesioner, ajukan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk mendapatkan umpan balik yang Anda butuhkan:

Apakah kuesioner ini mudah dipahami? Apakah ada pertanyaan yang membingungkan?
Apakah kuesioner ini mudah diakses? (Terutama jika kuesioner tersebut Anda sebarkan daring).
Apakah kuesioner ini layak untuk diisi?
Apakah Anda merasa nyaman menjawab pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner?
Apakah saran yang bisa Anda berikan untuk memperbaiki kualitas kuesioner ini?

Sebarkan kuesioner. Pertama-tama, Anda perlu terlebih dahulu menentukan cara paling efektif untuk menyebarkan kuesioner. Beberapa cara yang lazim digunakan untuk menyebarkan kuesioner:

Sebarkan kuesioner melalui situs daring, seperti SurveyMonkey.com. SurveyMonkey adalah situs yang menawarkan layanan pembuatan survei dengan mudah dan cepat. Selain menawarkan kemudahan bagi penggunanya, SurveyMonkey juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang bermanfaat seperti fitur untuk membeli target audiensi dan menganalisis data dengan lebih komprehensif.

Sebarkan kuesioner melalui pos. Jika menggunakan metode ini, pastikan Anda juga menyertakan amplop bertuliskan alamat pengirim agar responden dapat mengembalikan kuesioner yang sudah terisi dengan mudah. Pastikan pula lembar kuesioner Anda bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam amplop bisnis berukuran standar.
Ajukan pertanyaan melalui wawancara tatap muka. Metode ini baik digunakan untuk memastikan Anda mencapai demografi target yang ditentukan. Selain itu, metode ini juga biasanya mampu menyediakan informasi dan jawaban yang lebih lengkap untuk Anda; terutama karena responden tidak akan mampu menghindari atau mengabaikan pertanyaan yang diajukan secara langsung.

Ajukan pertanyaan melalui telepon. Metode ini sesungguhnya sangat efektif; sayangnya banyak orang enggan merespons telepon yang berkaitan dengan kuesioner.

Sertakan informasi mengenai tenggat pengembalikan kuesioner. Mintalah responden menyelesaikan dan mengembalikan kuesioner pada tenggat tertentu agar Anda memiliki waktu yang cukup untuk menganalisis data.

Tentukan tenggat yang masuk akal. Secara umum, 2 minggu adalah waktu yang cukup untuk mengisi kuesioner. Jika lebih lama dari 2 minggu, kemungkinan mereka akan melupakan dan mengabaikan kuesioner Anda.

Berikan peringatan kepada responden. Satu minggu sebelum tenggat pengembalian adalah waktu yang tepat untuk memperingatkan responden. Sediakan pula kuesioner cadangan untuk berjaga-jaga jika kuesioner di tangan responden hilang atau terselip.

Apabila Anda bingung bagaimana cara menyebar kuesioner ini, Anda bisa menggunakan jasa sebar kuesioner sebagai salah satu solusi.