Layanan

BRAND TRACKING

Brand health tracking menjadi salah satu pengukuran yang sangat populer di kalangan brand manager maupun marketing manager. Dalam jangka pendek, pengukuran ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas marketing champaign dan evaluasi channel distribusi, dan dalam jangka panjang digunakan untuk meramalkan potensi merek serta memonitor pergerakan kompetitor.

Parameter pertama adalah brand awareness yang diukur melalui dua hal. Yaitu brand recognition, merupakan kemampuan konsumen untuk mengenali atau menanggapi merek dengan merek tersebut sebagai petunjuknya. Sementara brand recall merupakan kemampuan konsumen untuk mengingat merek dari benak mereka melalui kategori produk, situasi pembelian, ataupun pemakaian sebagai petunjuknya (Keller, 2013).

Yang menarik dalam menganalisis brand recall adalah semakin banyak merek yang mampu di-recall atau diingat oleh konsumen maka kompetisi merek di benak konsumen akan semakin tinggi, dan peluang sebuah merek untuk dipilih atau dibeli akan semakin kecil.

Brand awareness memiliki beberapa tingkatan kedalaman, top of mind brand awareness merupakan salah satu parameter yang sangat powerful untuk mengukur kekuatan merek di benak konsumen sebagai merek yang paling diingat atau menancap di ingatan. Tapi parameter ini bukan menjadi satu-satunya parameter yang tepat dalam menentukan performa merek, hal ini tergantung dari level of competitiveness dan consumer decision making process. Misalnya untuk kategori produk yang kompetisinya sudah sangat ketat, artinya sudah banyak pemain, maka pengukuran yang tepat untuk dijadikan key performance adalah unaided brand awareness (brand recall). Apalagi jika kategori tersebut memiliki level of involvement yang tinggi seperti produk otomotif atau elektronik, dimana konsumen membutuhkan perbandingan lebih dari satu merek sebelum memutuskan pembelian.

Untuk menentukan level of competitiveness, biasanya dalam sebuah survei dapat diketahui dari banyaknya merek yang mampu disebutkan atau di-recall secara spontan oleh responden. Dalam data survei dikenal adanya istilah total multi responses, yaitu total persentase dari semua jawaban responden yang memungkinkan dipilih lebih dari satu jawaban. Jika kita analisia total multi responses dari brand awareness saja, akan dapat terindikasi ketat tidaknya kompetisi di kategori tersebut.

Tidak hanya itu, kita bisa menganalisis dari distribusi respons atau persentasenya. Apakah ada merek yang mendominasi? Sehingga kita bisa melakukan analisis mendalam untuk menentukan strategi merek kita. Karena penting sekali bagi brand manager untuk mengetahui level of competition dari industri dan melihat bagaimana posisi mereknya di industri atau kategori tersebut.

Di bawah ini saya menyajikan data survei Top Brand dari beberapa kategori yang dipilih secara random, kemudian dibuat mapping. Ada dua parameter yang diplotkan dalam bentuk mapping, sumbu X adalah persentase top of mind dari market leader untuk mengetahui dominan atau tidak merek tertentu dalam sebuah kategori. Semakin ke kanan maka di kategori tersebut terdapat merek yang dominan.

Sementara itu sumbu Y merupakan total multi response atau jumlah semua brand yang mampu di-recall, yaitu merupakan total persentase unaided brand awareness dari semua merek di kategori produk tersebut. Semakin ke atas maka semakin banyak merek yang menjadi pemain di kategori produk itu, dan industri tersebut diindikasi semakin crowded.

SURVEY PASAR

Lakukan upaya terorganisir untuk mengumpulkan informasi tentang target pasar atau pelanggan. Ini adalah komponen strategi bisnis yang sangat penting untuk Anda.

SURVEI UJI IKLAN

Menguji sejauh mana pengaruh iklan terhadap kampaye yang di lakukan

UJI PRODUK

Ukur produk atau kinerja produk dalam beberapa standar teknis.

APP / UJI WEB

SUjian perangkat lunak yang berfokus pada aplikasi web. Ini dapat membantu mengatasi masalah sebelum sistem terungkap ke publik.

KEPUASAN PELANGGAN

Survei Kepuasan Pelanggan adalah kegiatan pengukuran umpan balik untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan atas barang/jasa yang diterimanya dari suatu perusahaan/organisasi, serta hal yang sama dari pemasok yang lain. Juga akan diinventarisasi keinginan dan harapannya.

Tujuan Survei Kepuasan Pelanggan di perusahaan/organisasi adalah untuk mengetahui secara obyektif persepsi pelanggan terhadap kinerja produk/jasa yang dihasilkan yang antara lain terkait dengan atribut-atribut tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Atribut-atribut tersebut adalah yang langsung dirasakan oleh pelanggan/konsumen yang bermuara pada tingkat kepuasan atas produk/jasa yang diterimanya.

Manfaat

  1. Mengetahui ekspektasi dan persepsi pelanggan.
  2. Menentukan kebutuhan, keinginan, persyaratan dan harapan pelanggan
  3. Mengukur Indeks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index � CSI) secara agregat maupun disagregat.
  4. Sebagai pedoman penyusunan rencana dan strategi (strategy and action plan) perbaikan kinerja secara menyeluruh pada periode berikutnya.
  5. Menunjukkan komunikasi dan komitmen terhadap kualitas kepada pelanggan.
  6. Memanfaatkan kelemahan organisasi menjadi peluang pengembangan sebelum pihak lain memulainya.
  7. Membangun komunikasi internal agar setiap orang tahu apa yang harus mereka kerjakan.