sumber : pexels.com/Rebrand cities

Business plan atau rancangan bisnis merupakan serangkaian rencana yang dibuat dan dipersiapkan sebelum sebuah bentuk usaha didirikan baik itu sebuah perusahaan barang maupun jasa. Rangkaian rencana bisnis yang dibuat meliputi ringkasan eksekutif, rencana bisnis, dan tujuan bisnis.

Ringkasan eksekutif meliputi visi misi dari sebuah bisnis dan tujuan bisnis. Perlu digaris bawahi bahwasanya ringkasan eksekutif bukanlah hal krusial dalam business plan karena hanya bersifat formalitas saja. Sudah barang tentu sebuah bisnis memiliki tujuan untuk mengeruk keuntungan seefisien mungkin dalam jangka waktu sesingkat mungkin, apabila sebuah bisnis dapat bertahan dalam jangka waktu lama maka tujuan dari bisnis tersebut adalah tetap bertahan dan memanipulasi konsumen sedemikian rupa agar produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan tidak hilang termakan zaman.

Rencana Bisnis Untuk Meraup Keuntungan Maksimal Dengan Peluang Kerugian Seminimal Mungkin

sumber : pexels.com/ Lum3n.com

Dalam sebuah perusahaan tujuan utama adalah jelas meraih keuntungan dengan efisien. Namun tujuan ini tidak akan dapat terlaksana tanpa strategi bisnis yang dipersiapkan dengan matang. Sebelum anda membuka sebuah usaha atau bisnis wajib hukumnya bagi anda untuk melakukan analisa pasar dan analisa kompetisi.

Analisa pasar dan analisa kompetitor bertujuan agar anda dapat mengerti produk barang atau jasa apa yang bisa anda tawarkan untuk dapat bertahan dan dapat diterima oleh khalayak umum. Berikut pula analisa kompetitor yang mungkin bisa menambah faktor resiko dari bisnis anda. Sebagai contoh mudah anda tidak mungkin akan membuka warung sate babi di tengah lingkungan yang mayoritas muslim, atau anda membuka minimarket baru bersebelahan dengan minimarket franchise yang telah berada di daerah tersebut.

sumber : pexels.com/ energepic.com

Analisa pasar dan analisa kompetitor secara gampang mungkin terdengar bodoh namun perlu anda ketahui bahwa banyak orang diluar sana yang membuka sebuah bisnis tanpa memperdulikan kedua faktor ini dan berakhir tragis, kemudian mereka menyalahkan faktor lain yang tidak ada hubungannya, klenik misalnya.

Baca Juga  Hasil dari Studi Kelayakan Bisnis

Analisa produksi adalah hal berikutnya yang perlu anda perhitungkan. Perhatikan berapa banyak beban produksi jika anda akan membuka usaha yang menghasilkan suatu barang, perhatikan pula kemampuan produksi dari usaha yang akan anda buka. Anda harus memperhitungkan biaya produksi, distribusi, bahkan gaji karyawan anda dan keuntungan anda pula harus anda analisis terlebih dahulu untuk menghindari kekeliruan dalam manajemen keuangan bisnis anda yang dapat berakibat fatal.

sumber : pexels.com/ Polina Zimmerman

Dalam sebuah rancangan bisnis walaupun itu bisnis rumahan atau bisnis kecil biasa anda tetap harus menerapkan analisa sumber daya manusia. Bagaimana kriteria sumber daya manusia yang cocok untuk anda pekerjakan agar jalur distribusi, produksi dan juga penjualan tetap berjalan dengan irama yang baik dan bisa membuat efisiensi dari perusahaan anda semakin tinggi sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang lebih banyak dalam waktu yang relatif lebih singkat.

sumber : pexels.com/ bongkarn thanyakij

Analisa manajemen resiko usaha merupakan hal terakhir yang harus anda lakukan, hal ini dikarenakan jika anda melakukan analisa resiko usaha terlebih dahulu maka anda tidak akan pernah membuka sebuah usaha. Yang terdapat dalam analisa resiko ini adalah siapa saja kompetitor anda, bagaimana tanggapan pasar nantinya terhadap produk barang atau jasa yang akan anda keluarkan.

Bahkan analisa resiko ini juga meliputi apakah sumber daya manusia yang anda pilih sudah bisa dipercaya dan tidak menimbulkan kerugian tidak perlu dalam bisnis anda. Terdapat banyak sekali faktor yang dapat menjadi pemicu resiko gagal atau ruginya sebuah usaha, mulai dari kompetitor, kesalahan manajemen keuangan bisnis, pemilihan sumber daya manusia yang tidak tepat, dan pemilihan produk barang atau jasa yang anda tawarkan ke publik.

Live Chat
Send via WhatsApp