Jasa Cari Responden selama bertahun-tahun adalah istilah umum untuk seseorang yang mengambil bagian dalam proyek riset pasar. Namun, istilah ini semakin digantikan dengan istilah ‘peserta’, karena peneliti dan klien menyadari nilai dari hubungan wawancara yang lebih kolaboratif. Artinya, subjek penelitian tidak lagi dianggap sebagai objek pasif untuk dipelajari, tidak mengetahui apa-apa tentang penelitian dan tujuannya serta sekadar ‘menanggapi’, namun sebagai mitra berharga dalam proses eksplorasi.

LATAR BELAKANG RESPONDEN

Menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk peserta penelitian adalah praktik standar yang diperlukan ketika merancang protokol penelitian berkualitas tinggi. Kriteria inklusi didefinisikan sebagai ciri-ciri utama dari populasi sasaran yang akan digunakan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian mereka. 2 Kriteria inklusi yang umum mencakup karakteristik demografi, klinis, dan geografis. Sebaliknya, kriteria eksklusi didefinisikan sebagai ciri-ciri calon peserta penelitian yang memenuhi kriteria inklusi namun memiliki karakteristik tambahan yang dapat mengganggu keberhasilan penelitian atau meningkatkan risiko hasil yang tidak menguntungkan.

jasa cari responden

Baca Juga Jasa Studi Kelayakan Bisnis

Kriteria eksklusi yang umum mencakup karakteristik individu yang memenuhi syarat yang membuat mereka kemungkinan besar mangkir, melewatkan janji temu untuk mengumpulkan data, memberikan data yang tidak akurat, memiliki penyakit penyerta yang dapat membuat hasil penelitian menjadi bias, atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping. (paling relevan dalam studi yang menguji intervensi).

Sangat penting bagi peneliti untuk tidak hanya menentukan kriteria inklusi dan eksklusi yang tepat ketika merancang sebuah penelitian namun juga mengevaluasi bagaimana keputusan tersebut akan berdampak pada validitas eksternal dari hasil penelitian. Kesalahan umum mengenai kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebagai berikut: menggunakan variabel yang sama untuk menentukan kriteria inklusi dan eksklusi (misalnya, dalam penelitian yang hanya melibatkan laki-laki, mencantumkan perempuan sebagai kriteria eksklusi); memilih variabel sebagai kriteria inklusi yang tidak berkaitan dengan jawaban pertanyaan penelitian; dan tidak menjabarkan variabel-variabel kunci dalam kriteria inklusi yang diperlukan untuk menyatakan validitas eksternal hasil penelitian.

Baca Juga  Jasa Riset Pasar ( Market Research ) di Era Digital

Baca Juga Jasa Sebar Kuesioner

DAMPAK KRITERIA INKLUSI DAN PENGECUALIAN TERHADAP VALIDITAS EKSTERNAL STUDI

Dalam contoh kami, para peneliti menjelaskan kriteria inklusi terkait dengan karakteristik demografi (usia ≥ 40 tahun dan jenis kelamin laki-laki atau perempuan), karakteristik klinis (diagnosis PPOK, penyakit stabil, pasien rawat jalan, dan perokok aktif atau mantan perokok); dan kriteria eksklusi terkait penyakit penyerta yang dapat membuat hasil menjadi bias (sleep apnea, penyakit pernapasan kronis lainnya, dan kondisi akut atau kronis yang dapat membatasi kemampuan pasien untuk berpartisipasi dalam penelitian).

Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi ini, kita dapat membuat penilaian mengenai dampaknya terhadap validitas eksternal hasil. Membuat penilaian tersebut memerlukan pengetahuan mendalam tentang bidang penelitian, serta ke arah mana setiap kriteria dapat mempengaruhi validitas eksternal penelitian. Sebagai contoh, penulis mengecualikan pasien dengan penyakit penyerta, dan oleh karena itu ada kemungkinan bahwa tingkat ketidakpatuhan yang dilaporkan tidak dapat digeneralisasikan untuk pasien PPOK dengan penyakit penyerta, yang kemungkinan besar akan menunjukkan tingkat ketidakpatuhan yang lebih tinggi karena rejimen pengobatan mereka yang lebih kompleks.

 

 

 

 

 

Live Chat
Send via WhatsApp
× Ada yang Bisa Kami Bantu ?