Perusahaan dapat menghabiskan jutaan rupiah untuk:
- branding;
- advertising;
- social media;
- influencer;
- campaign;
- visual identity.
Namun ada satu pertanyaan yang sering terlupakan:
Apakah citra yang ingin dibangun perusahaan benar-benar sama dengan citra yang terbentuk di benak konsumen?
Sebuah perusahaan mungkin ingin dikenal sebagai:
premium.
Tetapi konsumen justru melihatnya sebagai:
mahal.
Perusahaan ingin terlihat:
innovative.
Tetapi customer menganggapnya:
complicated.
Perusahaan ingin dikenal:
customer-centric.
Tetapi pengalaman customer justru menunjukkan:
service yang lambat.
Inilah yang disebut:
brand perception gap.
Melalui jasa market research, perusahaan dapat mengukur bagaimana pasar sebenarnya mempersepsikan brand.
Sementara jasa sebar kuesioner membantu memperoleh data kuantitatif dari target responden mengenai:
- awareness;
- association;
- image;
- preference;
- trust;
- differentiation;
- relevance.
Dengan demikian perusahaan tidak lagi membangun brand hanya berdasarkan:
apa yang ingin dikatakan.
Tetapi berdasarkan:
apa yang benar-benar dipercaya oleh pasar.
Apa Itu Brand Perception?
Brand perception adalah:
bagaimana konsumen memandang, memahami, dan merasakan sebuah brand.
Perception dapat terbentuk dari:
- advertising;
- product experience;
- customer service;
- pricing;
- reviews;
- word of mouth;
- social media;
- competitor comparison.
Artinya:
perusahaan tidak sepenuhnya mengontrol brand perception.
Perusahaan hanya dapat:
mempengaruhi perception melalui berbagai touchpoint.
Brand Identity vs Brand Image
Dua konsep ini sering dianggap sama.
Padahal:
Brand Identity
Bagaimana perusahaan:
ingin dilihat.
Brand Image
Bagaimana customer:
benar-benar melihatnya.
Ketika keduanya tidak sama:
muncullah perception gap.
Mengapa Perception Gap Berbahaya?
Perception gap dapat menyebabkan:
- positioning tidak jelas;
- marketing message tidak efektif;
- customer expectation salah;
- conversion rendah;
- loyalty melemah.
Bahkan produk yang sebenarnya bagus dapat:
gagal dipahami pasar.
Contoh Brand Perception Gap
Perusahaan mengatakan:
"Affordable premium."
Customer berpikir:
"Mahal."
Perusahaan mengatakan:
"Simple."
Customer berpikir:
"Kurang fitur."
Perusahaan mengatakan:
"Exclusive."
Customer berpikir:
"Sulit diakses."
Perbedaan tersebut menunjukkan:
positioning belum diterjemahkan dengan tepat.
Peran Jasa Market Research
Jasa market research dapat membantu mengukur:
- brand awareness;
- brand associations;
- brand attributes;
- brand preference;
- brand consideration;
- brand trust;
- brand differentiation.
Dengan demikian perusahaan dapat membandingkan:
desired positioning vs actual perception.
Peran Jasa Sebar Kuesioner
Jasa sebar kuesioner memungkinkan perusahaan mengumpulkan data brand perception dari:
- existing customer;
- potential customer;
- competitor customer;
- non-customer.
Ini penting karena persepsi:
customer dan non-customer bisa sangat berbeda.
Brand Awareness
Langkah pertama dalam brand research adalah mengetahui:
apakah market mengenal brand.
Awareness dapat dibagi menjadi:
Top of Mind
Brand pertama yang muncul ketika kategori disebut.
Unaided Awareness
Brand yang dapat disebut tanpa bantuan.
Aided Awareness
Brand yang dikenali ketika daftar diberikan.
Awareness tinggi belum tentu berarti:
brand preference tinggi.
Brand Consideration
Setelah awareness:
apakah brand masuk dalam consideration set?
Customer mungkin mengenal brand tetapi:
tidak mempertimbangkannya.
Ini menunjukkan adanya:
awareness-to-consideration gap.
Brand Preference
Dari consideration, pertanyaan berikutnya:
brand mana yang paling disukai?
Preference membantu melihat:
competitive position di benak customer.
Brand Association
Brand dapat diasosiasikan dengan:
- quality;
- affordable;
- premium;
- youthful;
- trustworthy;
- innovative;
- convenient.
Research membantu mengetahui:
atribut apa yang paling kuat melekat pada brand.
Desired vs Actual Association
Misalnya perusahaan ingin dikenal:
"innovative."
Namun hanya:
15% customer yang mengasosiasikan brand dengan innovation.
Sementara:
60% mengasosiasikannya dengan "affordable."
Ini adalah:
perception gap yang sangat penting.
Brand Positioning
Positioning menjawab:
"Apa tempat brand di benak customer dibandingkan alternatif?"
Positioning yang kuat biasanya:
- relevant;
- differentiated;
- credible;
- meaningful.
Positioning Tidak Sama dengan Tagline
Tagline hanyalah:
communication expression.
Positioning jauh lebih dalam.
Positioning mencakup:
target customer + category + benefit + differentiation + reason to believe.
Perceptual Mapping
Market research dapat digunakan untuk membuat:
perceptual map.
Contohnya:
Affordable
↔
Premium
dan:
Functional
↔
Experiential
Customer kemudian memposisikan berbagai brand.
Hasilnya dapat menunjukkan:
apakah positioning perusahaan sudah sesuai dengan target yang diinginkan.
Brand Differentiation
Customer perlu memiliki alasan:
mengapa memilih brand A daripada brand B.
Differentiation dapat berasal dari:
- product;
- service;
- price;
- experience;
- technology;
- trust;
- convenience.
Namun differentiation harus:
meaningful bagi customer.
Unique vs Meaningful
Brand dapat memiliki sesuatu yang unik.
Tetapi:
belum tentu customer peduli.
Misalnya fitur sangat unik:
tetapi tidak menyelesaikan masalah customer.
Maka differentiation tersebut:
kurang valuable.
Brand Relevance
Brand juga perlu relevan dengan:
kebutuhan target market.
Research dapat mengukur:
apakah customer merasa brand "for people like me."
Jika relevance rendah:
brand sulit masuk consideration set.
Brand Trust
Dalam banyak kategori:
trust menjadi purchase driver.
Trust dapat dibangun melalui:
- consistency;
- quality;
- transparency;
- reputation;
- service;
- reviews.
Research dapat mengetahui:
faktor mana yang paling memengaruhi trust.
Brand Credibility
Customer dapat percaya bahwa brand:
mampu memberikan apa yang dijanjikan.
Brand claim tanpa proof:
dapat menciptakan skepticism.
Karena itu research dapat menguji:
reason to believe.
Brand Personality
Brand dapat dipersepsikan sebagai:
- sophisticated;
- friendly;
- youthful;
- professional;
- bold;
- trustworthy.
Perusahaan perlu mengetahui:
apakah personality tersebut sesuai dengan positioning.
Brand Personality Gap
Misalnya perusahaan ingin terlihat:
youthful and playful.
Tetapi customer melihat:
formal and corporate.
Ini dapat menyebabkan:
communication mismatch.
Communication Research
Jasa market research dapat digunakan untuk menguji:
- tagline;
- headline;
- visual;
- campaign;
- advertisement;
- message.
Tujuannya:
memastikan pesan yang disampaikan menghasilkan perception yang diinginkan.
Message Takeout
Sebuah campaign dapat memiliki:
visual bagus.
Tetapi pertanyaannya:
Apa yang sebenarnya diingat customer?
Research dapat mengukur:
- main message;
- brand attribution;
- emotional response;
- relevance;
- persuasion.
Brand Attribution
Campaign yang sangat memorable:
belum tentu berhasil jika customer tidak ingat brand-nya.
Contohnya:
"Saya ingat iklannya, tapi lupa brand-nya."
Ini menunjukkan:
high entertainment, low brand attribution.
Brand Equity
Brand equity menggambarkan:
nilai tambahan yang dimiliki produk karena brand.
Komponen dapat mencakup:
- awareness;
- association;
- perceived quality;
- loyalty;
- trust.
Market research dapat digunakan untuk:
mengukur berbagai indikator tersebut.
Perceived Quality
Customer tidak selalu dapat menilai:
actual technical quality.
Mereka menilai:
perceived quality.
Perception tersebut dapat dipengaruhi oleh:
- price;
- packaging;
- reputation;
- experience;
- communication.
Price and Brand Perception
Harga dapat memengaruhi:
brand image.
Harga terlalu rendah dapat diasosiasikan dengan:
low quality.
Harga tinggi dapat diasosiasikan dengan:
premium.
Namun association tersebut:
tidak selalu benar.
Karena itu research penting untuk mengetahui:
actual consumer perception.
Customer Experience and Brand Image
Brand image tidak berhenti di advertising.
Customer experience dapat:
memperkuat atau menghancurkan positioning.
Jika brand mengatakan:
"Fast service."
Tetapi customer mengalami:
waiting time panjang.
Maka brand promise:
kehilangan credibility.
Social Proof
Perception juga dapat dibentuk oleh:
- online reviews;
- testimonials;
- recommendation;
- social media conversation.
Research dapat mengetahui:
seberapa besar social proof memengaruhi consideration.
Word of Mouth
Word of mouth dapat menjadi:
salah satu sumber trust yang kuat.
Customer dapat mempercayai:
rekomendasi teman
lebih daripada:
advertising perusahaan.
Karena itu brand research dapat mengevaluasi:
referral behavior.
Brand Advocacy
Customer yang sangat loyal dapat menjadi:
brand advocate.
Mereka:
- merekomendasikan;
- membela;
- membagikan pengalaman;
- mengajak orang lain mencoba.
Research dapat mengidentifikasi:
drivers of advocacy.
Rebranding Research
Rebranding merupakan keputusan besar.
Sebelum rebranding, perusahaan perlu memahami:
apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus diubah.
Jangan sampai:
brand equity yang sudah dibangun justru hilang.
Before-After Measurement
Setelah rebranding, research dapat dilakukan kembali.
Bandingkan:
Before
vs
After
untuk melihat perubahan:
- awareness;
- perception;
- associations;
- consideration;
- preference.
Dengan demikian rebranding dapat:
dievaluasi secara objektif.
Brand Tracking
Brand tracking memungkinkan perusahaan mengukur:
perubahan brand perception dari waktu ke waktu.
Contohnya:
| Metric | Q1 | Q2 | Q3 |
|---|---|---|---|
| Awareness | 62% | 66% | 71% |
| Consideration | 31% | 35% | 39% |
| Preference | 18% | 21% | 25% |
| Trust | 54% | 57% | 61% |
Data tersebut menunjukkan:
apakah brand strategy menghasilkan perubahan.
Competitor Brand Perception
Brand tidak dinilai dalam vacuum.
Customer membandingkan:
perusahaan dengan alternatives.
Karena itu brand research sebaiknya juga mengukur:
- competitor awareness;
- competitor image;
- competitor strengths;
- competitor associations.
Brand Choice Drivers
Pertanyaan penting:
Apa yang membuat customer memilih satu brand daripada brand lain?
Driver dapat berupa:
- price;
- quality;
- trust;
- convenience;
- design;
- service;
- reputation.
Research membantu mengetahui:
driver yang benar-benar matter.
Segment-Specific Brand Perception
Brand perception dapat berbeda antarsegmen.
Misalnya:
Gen Z
innovative.
Older customer
reliable.
B2B buyer
professional.
Perbedaan ini penting untuk:
communication strategy.
Geographic Perception Gap
Brand juga dapat memiliki perception berbeda berdasarkan:
- city;
- region;
- market maturity.
Brand yang kuat di satu wilayah:
belum tentu kuat di wilayah lain.
Karena itu market research dapat digunakan untuk:
geographic brand mapping.
Brand Research Questionnaire
Kuesioner brand perception dapat mencakup:
Awareness
Brand apa yang pertama kali Anda pikirkan?
Association
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar brand X?
Attribute Rating
Seberapa baik brand X dalam aspek quality?
Consideration
Brand mana yang Anda pertimbangkan?
Preference
Brand mana yang paling Anda pilih?
Trust
Seberapa percaya Anda terhadap brand X?
Differentiation
Seberapa berbeda brand X dibandingkan kompetitor?
Open-Ended Questions
Jangan hanya menggunakan:
rating scale.
Pertanyaan terbuka seperti:
"Apa tiga kata pertama yang muncul ketika mendengar brand ini?"
dapat menghasilkan:
spontaneous associations.
Why Respondent Selection Matters
Jika research brand hanya dilakukan kepada:
loyal customer,
hasilnya bisa terlalu positif.
Karena itu jasa sebar kuesioner dapat digunakan untuk menjangkau:
- loyal customers;
- light users;
- competitor users;
- prospects;
- non-users.
Dengan begitu perception menjadi:
lebih balanced.
Common Brand Research Mistakes
1. Hanya Meneliti Customer Sendiri
Competitor users diabaikan.
2. Hanya Mengukur Awareness
Tidak mengetahui perception.
3. Menganggap Brand Claim = Brand Image
Padahal customer dapat melihat berbeda.
4. Tidak Mengukur Competitor
Positioning menjadi tidak relatif.
5. Hanya Melihat Average
Perbedaan segment tidak terlihat.
6. Tidak Melakukan Tracking
Perubahan perception tidak terdeteksi.
Brand Perception Research Framework
Framework yang dapat digunakan:
Brand Objective
↓
Target Audience Definition
↓
Awareness Measurement
↓
Brand Association
↓
Attribute Evaluation
↓
Competitor Comparison
↓
Perceptual Mapping
↓
Perception Gap Analysis
↓
Positioning Refinement
↓
Communication Strategy
↓
Brand Tracking
Framework ini membantu perusahaan bergerak dari:
brand assumption
menjadi:
brand evidence.
Peran Jasa Market Research
Jasa market research membantu perusahaan memahami:
bagaimana brand benar-benar hidup di benak customer.
Research dapat digunakan untuk:
- brand health;
- brand positioning;
- rebranding;
- campaign evaluation;
- competitor benchmarking;
- brand tracking.
Peran Jasa Sebar Kuesioner
Jasa sebar kuesioner membantu perusahaan memperoleh data dari target market secara lebih terstruktur.
Dengan respondent targeting yang tepat, perusahaan dapat membandingkan:
desired perception vs actual perception
berdasarkan:
- segment;
- location;
- customer status;
- demographic;
- behavioral profile.
From Brand Perception to Business Strategy
Brand research tidak berhenti pada:
"Customer melihat brand kita sebagai apa?"
Insight tersebut harus diterjemahkan menjadi:
Product
Apa yang perlu diperbaiki?
Communication
Apa yang perlu dikatakan?
Experience
Apa yang perlu dibuktikan?
Pricing
Apakah harga sesuai positioning?
Targeting
Segmen mana yang paling cocok?
Dengan demikian:
brand perception menjadi bagian dari business strategy.