Pengertian dan Pentingnya Survey Segmentasi, Target, dan Positioning dalam Pemasaran
oleh Admin • Jul 22, 2024 • Artikel
Pengertian Segmentasi, Target, dan Positioning
Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dan homogen, berdasarkan karakteristik tertentu seperti demografi, psikografi, perilaku, atau geografi. Tujuan utama dari segmentasi adalah untuk mengidentifikasi kelompok konsumen yang memiliki kebutuhan dan preferensi yang serupa, sehingga perusahaan dapat merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
Targeting adalah langkah selanjutnya setelah segmentasi, yaitu memilih segmen pasar yang paling potensial dan menguntungkan untuk dilayani. Dalam targeting, perusahaan akan menilai berbagai segmen yang telah diidentifikasi dan menentukan segmen mana yang akan menjadi fokus utama dari strategi pemasaran mereka.
Positioning adalah proses menciptakan citra atau persepsi yang jelas, berbeda, dan diinginkan tentang produk atau merek di benak konsumen target. Positioning bertujuan untuk membedakan produk atau merek dari para pesaing dan menempatkannya secara strategis dalam pikiran konsumen, sehingga menciptakan nilai tambah yang spesifik.
### Pentingnya Segmentasi, Targeting, dan Positioning
1. **Efisiensi dan Efektivitas Pemasaran**:
Segmentasi memungkinkan perusahaan untuk memahami dan menganalisis berbagai segmen pasar secara lebih mendalam. Dengan demikian, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya pemasaran mereka dengan lebih efisien dan mengembangkan kampanye pemasaran yang lebih tepat sasaran. Hal ini akan meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan memberikan hasil yang lebih baik.
2. **Pemahaman Lebih Baik tentang Konsumen**:
Dengan melakukan segmentasi, perusahaan dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
3. **Meningkatkan Daya Saing**:
Positioning yang tepat memungkinkan perusahaan untuk menonjol di pasar yang kompetitif. Dengan menciptakan citra yang unik dan berbeda, perusahaan dapat menarik perhatian konsumen dan memenangkan persaingan. Positioning yang kuat juga membantu membangun merek yang kuat dan terpercaya di benak konsumen.
4. **Mengoptimalkan Sumber Daya**:
Targeting memungkinkan perusahaan untuk fokus pada segmen pasar yang paling menguntungkan dan potensial. Dengan demikian, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya mereka dan menghindari pemborosan dalam menggarap segmen pasar yang kurang menguntungkan.
### Proses dan Metode dalam Survey Segmentasi, Targeting, dan Positioning
#### Segmentasi Pasar
1. **Identifikasi Basis Segmentasi**:
Ada beberapa basis yang dapat digunakan untuk segmentasi pasar, antara lain:
- **Demografis**: Usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, status pernikahan, dan lain-lain.
- **Geografis**: Lokasi, iklim, kepadatan penduduk, dan lain-lain.
- **Psikografis**: Gaya hidup, kepribadian, nilai-nilai, dan minat.
- **Perilaku**: Kebiasaan pembelian, loyalitas merek, manfaat yang dicari, dan lain-lain.
2. **Pengumpulan Data**:
Setelah basis segmentasi ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data yang relevan tentang konsumen. Data ini dapat diperoleh melalui berbagai metode seperti survei, wawancara, observasi, dan analisis data sekunder.
3. **Analisis Data**:
Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi segmen-segmen pasar yang berbeda. Teknik analisis seperti analisis cluster, analisis faktor, dan analisis multivariat sering digunakan dalam tahap ini.
4. **Deskripsi Segmen**:
Setiap segmen yang diidentifikasi dideskripsikan secara rinci, mencakup karakteristik utama, kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen dalam segmen tersebut.
#### Targeting
1. **Evaluasi Segmen**:
Setiap segmen pasar dievaluasi berdasarkan ukuran, pertumbuhan, daya beli, dan kesesuaian dengan tujuan perusahaan. Beberapa faktor lain yang juga dipertimbangkan adalah tingkat persaingan dalam segmen tersebut dan kemampuan perusahaan untuk melayani segmen tersebut dengan baik.
2. **Pemilihan Segmen Target**:
Berdasarkan evaluasi, perusahaan memilih satu atau beberapa segmen pasar sebagai target utama mereka. Terdapat beberapa strategi targeting yang dapat diterapkan, antara lain:
- **Undifferentiated Marketing**: Menargetkan seluruh pasar dengan satu strategi pemasaran yang sama.
- **Differentiated Marketing**: Menargetkan beberapa segmen dengan strategi pemasaran yang berbeda untuk setiap segmen.
- **Concentrated Marketing**: Fokus pada satu segmen pasar yang spesifik.
- **Micromarketing**: Menargetkan individu atau kelompok kecil dengan strategi pemasaran yang sangat spesifik.
#### Positioning
1. **Identifikasi Keunggulan Kompetitif**:
Langkah pertama dalam positioning adalah mengidentifikasi keunggulan kompetitif produk atau merek yang dapat membedakannya dari pesaing. Keunggulan ini bisa berupa kualitas produk, harga, layanan, inovasi, atau citra merek.
2. **Pengembangan Strategi Positioning**:
Setelah keunggulan kompetitif diidentifikasi, perusahaan mengembangkan strategi positioning yang jelas dan spesifik. Strategi ini mencakup pesan utama yang ingin disampaikan kepada konsumen dan cara menyampaikannya melalui berbagai saluran komunikasi.
3. **Implementasi dan Komunikasi Positioning**:
Strategi positioning yang telah dikembangkan diimplementasikan melalui berbagai aktivitas pemasaran seperti iklan, promosi, dan hubungan masyarakat. Penting untuk memastikan bahwa pesan positioning konsisten di semua titik kontak dengan konsumen.
4. **Evaluasi dan Penyesuaian**:
Setelah diimplementasikan, strategi positioning dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitasnya. Jika diperlukan, perusahaan melakukan penyesuaian untuk memastikan bahwa positioning tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuan pemasaran.
### Studi Kasus: Penerapan Survey Segmentasi, Targeting, dan Positioning
Sebagai ilustrasi, berikut adalah contoh penerapan survey segmentasi, targeting, dan positioning pada sebuah perusahaan fiktif, yaitu "Fashionista", yang bergerak di bidang pakaian dan aksesori wanita.
#### Segmentasi Pasar
Fashionista melakukan survey segmentasi dengan menggunakan basis demografis, psikografis, dan perilaku. Hasil survey menunjukkan bahwa terdapat beberapa segmen pasar yang berbeda:
1. **Segmen Muda dan Trendy**:
- Demografis: Wanita usia 18-25 tahun, pelajar atau mahasiswa.
- Psikografis: Gaya hidup aktif, mengikuti tren mode terbaru, senang berbelanja online.
- Perilaku: Membeli pakaian secara teratur, sering mengikuti influencer mode di media sosial.
2. **Segmen Profesional dan Elegan**:
- Demografis: Wanita usia 26-35 tahun, profesional muda dengan pendapatan menengah ke atas.
- Psikografis: Gaya hidup sibuk, mengutamakan kualitas dan desain elegan, cenderung berbelanja di butik atau toko khusus.
- Perilaku: Membeli pakaian untuk kebutuhan kerja dan acara formal, cenderung loyal pada merek tertentu.
3. **Segmen Ibu Rumah Tangga dan Santai**:
- Demografis: Wanita usia 36-45 tahun, ibu rumah tangga atau pekerja paruh waktu.
- Psikografis: Gaya hidup santai, mengutamakan kenyamanan dan harga terjangkau.
- Perilaku: Membeli pakaian untuk keperluan sehari-hari, cenderung berbelanja di toko ritel atau pasar tradisional.
#### Targeting
Setelah melakukan evaluasi, Fashionista memutuskan untuk menargetkan dua segmen utama, yaitu Segmen Muda dan Trendy serta Segmen Profesional dan Elegan. Kedua segmen ini dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar dan sesuai dengan keunggulan produk Fashionista.
Fashionista menerapkan strategi differentiated marketing dengan mengembangkan kampanye pemasaran yang berbeda untuk setiap segmen:
1. **Segmen Muda dan Trendy**:
- Kampanye pemasaran fokus pada media sosial dan influencer mode.
- Menawarkan diskon khusus untuk pembelian online.
- Mengadakan event peluncuran produk dengan tema yang menarik bagi anak muda.
2. **Segmen Profesional dan Elegan**:
- Kampanye pemasaran fokus pada majalah mode dan situs web gaya hidup.
- Menawarkan program loyalitas dan layanan personal shopper.
- Mengadakan trunk show dan fashion show eksklusif.
#### Positioning
Fashionista mengembangkan strategi positioning untuk masing-masing segmen:
1. **Segmen Muda dan Trendy**:
- Positioning: "Fashionista, merek mode terdepan yang membuat Anda selalu tampil stylish dan trendy."
- Pesan utama: "Dengan koleksi terbaru dari Fashionista, Anda selalu tampil trendy tanpa harus mengeluarkan banyak uang."
2. **Segmen Profesional dan Elegan**:
- Positioning: "Fashionista, pilihan terbaik untuk pakaian kerja dan acara formal yang elegan dan berkualitas."
- Pesan utama: "Fashionista memahami kebutuhan Anda akan pakaian yang elegan dan berkualitas, cocok untuk setiap kesempatan formal."
Strategi positioning ini diimplementasikan melalui berbagai saluran komunikasi,
seperti iklan di media cetak dan digital, promosi di media sosial, serta event pemasaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing segmen.
### Kesimpulan
Survey segmentasi, targeting, dan positioning merupakan komponen penting dalam strategi pemasaran modern. Dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep ini, perusahaan dapat merancang dan melaksanakan kampanye pemasaran yang lebih efektif, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta memenangkan persaingan di pasar. Proses segmentasi membantu perusahaan untuk mengidentifikasi berbagai segmen pasar yang berbeda, targeting memungkinkan perusahaan untuk fokus pada segmen yang paling menguntungkan, dan positioning membantu menciptakan citra produk atau merek yang unik dan berbeda di benak konsumen. Melalui studi kasus Fashionista, kita dapat melihat bagaimana penerapan yang tepat dari survey segmentasi, targeting, dan positioning dapat memberikan hasil yang signifikan dalam mencapai tujuan pemasaran perusahaan.