Market Research vs Business Intelligence, Apa Perbedaannya?

oleh Admin Jul 11, 2026 Insight

Market Research vs Business Intelligence, Apa Perbedaannya?


Di era digital, perusahaan memiliki akses terhadap data dalam jumlah yang sangat besar. Data penjualan, perilaku pelanggan, aktivitas media sosial, hingga tren industri tersedia dalam berbagai bentuk. Namun, memiliki banyak data tidak otomatis menghasilkan keputusan bisnis yang lebih baik.

Agar data benar-benar memberikan nilai, perusahaan perlu memahami dari mana data tersebut berasal dan bagaimana cara mengolahnya. Dua pendekatan yang paling sering digunakan adalah market research dan business intelligence. Keduanya sama-sama mendukung pengambilan keputusan, tetapi memiliki fungsi, metode, dan tujuan yang berbeda.

Memahami perbedaan antara keduanya akan membantu perusahaan menentukan pendekatan yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis.

Apa Itu Market Research?

Market research adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data mengenai pasar, pelanggan, kompetitor, serta peluang bisnis melalui metode penelitian yang terstruktur.

Tujuan utama market research adalah menjawab pertanyaan yang belum diketahui perusahaan, seperti:

  • Apakah pasar membutuhkan produk baru?

  • Siapa target pelanggan yang paling potensial?

  • Berapa harga yang sesuai dengan daya beli konsumen?

  • Bagaimana persepsi masyarakat terhadap suatu merek?

  • Mengapa pelanggan memilih kompetitor?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perusahaan biasanya menggunakan survei, wawancara, observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), maupun metode penelitian lainnya.

Apa Itu Business Intelligence?

Business Intelligence (BI) adalah proses mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menganalisis data internal perusahaan untuk mendukung pengambilan keputusan operasional maupun strategis.

Sumber data Business Intelligence biasanya berasal dari:

  • Data penjualan.

  • Data keuangan.

  • Sistem ERP.

  • CRM.

  • Data transaksi pelanggan.

  • Website analytics.

  • Dashboard operasional.

  • Supply chain.

Melalui dashboard dan visualisasi data, manajemen dapat memantau performa bisnis secara real-time.

Perbedaan Market Research dan Business Intelligence

Walaupun sama-sama berbasis data, terdapat beberapa perbedaan mendasar.

1. Sumber Data

Market research lebih banyak menggunakan data eksternal, seperti konsumen, pasar, dan kompetitor.

Business Intelligence lebih banyak memanfaatkan data internal perusahaan.

2. Tujuan

Market research bertujuan memahami kondisi pasar dan perilaku pelanggan.

Business Intelligence bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memonitor kinerja perusahaan.

3. Metode Pengumpulan Data

Market research menggunakan:

  • Survei.

  • Wawancara.

  • Observasi.

  • FGD.

  • Mystery Shopper.

  • Retail Audit.

Business Intelligence menggunakan:

  • Database internal.

  • ERP.

  • CRM.

  • Dashboard digital.

  • Sistem transaksi.

4. Jenis Insight

Market research menghasilkan insight mengenai peluang pasar, kebutuhan pelanggan, serta posisi perusahaan di pasar.

Business Intelligence menghasilkan insight mengenai performa bisnis, efektivitas operasional, produktivitas, serta pencapaian target perusahaan.

Kapan Perusahaan Membutuhkan Market Research?

Market research umumnya diperlukan ketika perusahaan akan mengambil keputusan strategis, seperti:

  • Meluncurkan produk baru.

  • Membuka cabang.

  • Memasuki wilayah baru.

  • Menentukan harga.

  • Mengukur kepuasan pelanggan.

  • Mengevaluasi kampanye pemasaran.

  • Mengetahui perilaku konsumen.

  • Menyusun studi kelayakan investasi.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan memerlukan data yang berasal langsung dari pasar, bukan hanya dari sistem internal.

Kapan Business Intelligence Lebih Tepat Digunakan?

Business Intelligence lebih tepat digunakan untuk mengevaluasi kondisi internal perusahaan.

Contohnya:

  • Mengukur penjualan harian.

  • Memantau produktivitas cabang.

  • Mengevaluasi performa tenaga penjualan.

  • Melihat tren pembelian pelanggan.

  • Mengontrol persediaan barang.

  • Mengukur profitabilitas produk.

Business Intelligence membantu perusahaan mengambil keputusan operasional secara cepat berdasarkan data internal.

Mengapa Keduanya Harus Digunakan Bersama?

Perusahaan yang hanya mengandalkan Business Intelligence mungkin mengetahui bahwa penjualan menurun, tetapi belum mengetahui penyebabnya.

Sebaliknya, market research dapat menjelaskan mengapa pelanggan berpindah ke kompetitor, bagaimana persepsi konsumen berubah, atau apa yang sebenarnya diinginkan pasar.

Dengan menggabungkan kedua pendekatan tersebut, perusahaan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi bisnis, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Peran Jasa Market Research

Tidak semua perusahaan memiliki tim penelitian internal.

Karena itu, banyak organisasi bekerja sama dengan penyedia jasa market research untuk memperoleh data primer yang akurat melalui berbagai metode penelitian.

Layanan yang umumnya tersedia meliputi:

  • Consumer Research.

  • Customer Satisfaction Survey.

  • Brand Awareness Research.

  • Product Testing.

  • Pricing Research.

  • Competitive Analysis.

  • Demand Analysis.

  • Market Opportunity Analysis.

  • Mystery Shopper.

  • Retail Audit.

  • Studi kelayakan.

  • Analisis perilaku konsumen.

Melalui penelitian yang sistematis, perusahaan memperoleh insight yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi bisnis.

Pentingnya Survei Lapangan dan Pengumpulan Data Primer

Keputusan bisnis yang berkualitas membutuhkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi pasar.

Oleh karena itu, pengumpulan data primer tetap menjadi bagian penting dalam market research.

Banyak perusahaan memanfaatkan jasa survei lapangan dan jasa sebar kuesioner agar proses pengumpulan data berlangsung lebih cepat, efisien, dan sesuai dengan target responden yang telah ditentukan.

Data primer yang diperoleh secara langsung sering kali memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan laporan sekunder atau data historis.

Data yang Tepat Menghasilkan Keputusan yang Lebih Baik

Market research dan Business Intelligence bukanlah dua pendekatan yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Business Intelligence membantu perusahaan memahami apa yang sedang terjadi di dalam organisasi, sedangkan market research menjelaskan apa yang terjadi di luar organisasi dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi bisnis.

Perusahaan yang mampu mengintegrasikan kedua pendekatan ini akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun strategi, mengembangkan produk, serta menghadapi persaingan. Dengan dukungan jasa market research, jasa survei lapangan, dan jasa sebar kuesioner, setiap keputusan dapat dibangun di atas data yang valid sehingga peluang keberhasilan bisnis menjadi lebih besar.

Baca Juga