Jasa market research memiliki peran penting dalam membantu perusahaan menemukan peluang bisnis yang tidak selalu terlihat dari data penjualan. Pertumbuhan pasar bukan hanya tentang mencari kategori yang sedang naik, tetapi memahami di mana terdapat ketidakseimbangan antara kebutuhan konsumen, penawaran kompetitor, daya beli, dan kemampuan perusahaan menciptakan value.
Sementara itu, jasa sebar kuisioner memungkinkan perusahaan memperoleh data primer untuk mengetahui kebutuhan yang belum terpenuhi, tingkat ketertarikan terhadap produk, willingness to pay, purchase intention, preferensi konsumen, hingga alasan mengapa suatu kebutuhan belum mendapatkan solusi yang memadai.
Dalam perspektif ekonomi, opportunity muncul ketika:
ada kebutuhan yang cukup besar, terdapat willingness to pay, tetapi supply yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara optimal.
Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya bertanya:
"Pasarnya besar atau tidak?"
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
"Di bagian mana dari pasar terdapat economic value yang belum ditangkap oleh perusahaan?"
Inilah dasar dari market opportunity mapping.
Apa Itu Market Opportunity Mapping?
Market opportunity mapping adalah proses:
memetakan ruang peluang bisnis berdasarkan kombinasi antara market demand, consumer needs, competitive landscape, economic attractiveness, dan kemampuan perusahaan.
Secara sederhana:
Market Demand + Consumer Need + Competitive Gap + Economic Value = Market Opportunity
Peluang bisnis yang menarik biasanya muncul ketika beberapa kondisi bertemu:
- kebutuhan konsumen tinggi;
- dissatisfaction tinggi;
- kompetitor belum memberikan solusi optimal;
- willingness to pay memadai;
- market memiliki potensi pertumbuhan;
- perusahaan memiliki kemampuan untuk masuk.
Mengapa Market Opportunity Tidak Sama dengan Market Size?
Ini merupakan kesalahan yang cukup umum.
Perusahaan melihat:
market size Rp10 triliun.
Kemudian menyimpulkan:
peluang bisnisnya besar.
Padahal:
market size hanya menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi dalam suatu pasar.
Opportunity membutuhkan pertanyaan tambahan:
- Berapa bagian pasar yang belum terlayani?
- Siapa konsumennya?
- Apa unmet need-nya?
- Berapa willingness to pay?
- Seberapa kuat kompetitornya?
- Berapa biaya untuk masuk?
- Berapa potensi margin?
Karena itu:
large market ≠ attractive opportunity.
Market Opportunity dari Perspektif Ekonomi
Secara ekonomi, peluang muncul ketika:
marginal benefit yang dirasakan konsumen lebih tinggi daripada cost untuk menyediakan solusi.
Jika konsumen:
sangat membutuhkan suatu solusi
dan:
bersedia membayar,
sementara perusahaan:
mampu menyediakan solusi dengan cost yang lebih rendah daripada perceived value,
maka:
terdapat economic surplus yang dapat ditangkap.
Demand-Side Opportunity
Opportunity dapat berasal dari:
perubahan atau kekurangan pada sisi demand.
Misalnya:
- kebutuhan baru;
- perubahan lifestyle;
- perubahan purchasing power;
- perubahan preference;
- perubahan technology adoption.
Perubahan tersebut dapat menciptakan:
kebutuhan yang sebelumnya belum ada atau belum signifikan.
Supply-Side Opportunity
Peluang juga dapat muncul karena:
supply belum efisien.
Misalnya:
- distribusi terbatas;
- kualitas tidak konsisten;
- harga terlalu tinggi;
- customer service buruk;
- produk sulit diperoleh.
Dalam kondisi tersebut:
demand mungkin sudah ada,
tetapi:
supply belum mampu melayaninya secara optimal.
Opportunity Gap
Opportunity gap dapat dipahami sebagai:
selisih antara customer expectation dan market offering.
Semakin besar:
expectation − perceived performance,
semakin besar kemungkinan:
terdapat ruang perbaikan atau inovasi.
Unmet Need
Unmet need adalah:
kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi secara memuaskan oleh produk atau layanan yang tersedia.
Namun:
tidak semua unmet need merupakan business opportunity.
Mengapa?
Karena konsumen mungkin:
memiliki kebutuhan,
tetapi:
tidak bersedia membayar.
Need vs Willingness to Pay
Misalnya:
80% responden mengatakan membutuhkan layanan X.
Tetapi hanya:
15% bersedia membayar.
Maka:
demand intention belum tentu menjadi commercial demand.
Karena itu:
need harus dianalisis bersama willingness to pay.
Purchase Intent vs Actual Purchase
Purchase intention:
bukan actual behavior.
Konsumen dapat mengatakan:
"Saya tertarik."
Namun:
belum tentu membeli.
Karena itu penelitian sebaiknya menggabungkan:
- intention;
- price;
- purchase frequency;
- current behavior;
- switching behavior.
Opportunity Validation
Sebelum perusahaan menginvestasikan modal besar, opportunity perlu divalidasi.
Validation dapat mengukur:
Need → Interest → Preference → Purchase Intent → WTP
Semakin konsisten hubungan tersebut:
semakin kuat indikasi commercial opportunity.
Market Opportunity Funnel
Framework:
Awareness → Need → Interest → Consideration → Purchase → Repeat
Setiap tahap:
dapat memiliki conversion loss.
Opportunity yang terlihat besar pada tahap awareness:
belum tentu besar pada tahap purchase.
Demand Leakage
Misalnya:
70% market membutuhkan solusi.
50% tertarik.
30% mempertimbangkan.
15% bersedia membeli.
Maka:
opportunity harus dihitung berdasarkan realistic conversion,
bukan:
seluruh 70%.
Market Opportunity Sizing
Setelah opportunity teridentifikasi:
perusahaan perlu mengestimasi ukurannya.
Salah satu pendekatan:
Potential Customers × Purchase Frequency × Average Transaction Value
Namun estimasi perlu mempertimbangkan:
- realistic adoption;
- competition;
- accessibility;
- price;
- retention.
TAM, SAM, SOM
Opportunity mapping dapat dikaitkan dengan:
TAM
Total Addressable Market.
SAM
Serviceable Available Market.
SOM
Serviceable Obtainable Market.
Perbedaan ketiganya penting karena:
tidak seluruh TAM dapat dilayani perusahaan.
TAM Tidak Sama dengan Revenue Forecast
TAM:
menunjukkan theoretical market size.
Revenue forecast:
membutuhkan asumsi actual penetration.
Jika TAM:
Rp10 triliun,
perusahaan tidak otomatis:
dapat memperoleh Rp1 triliun.
Realistic Market Opportunity
Opportunity lebih realistis jika mempertimbangkan:
TAM × Relevant Segment × Adoption Rate × Achievable Share
Dengan demikian:
estimasi menjadi lebih grounded.
Consumer Research dalam Opportunity Mapping
Jasa market research dapat membantu menjawab:
- siapa potential customer;
- kebutuhan apa yang paling penting;
- masalah apa yang belum terselesaikan;
- berapa willingness to pay;
- siapa kompetitor yang digunakan;
- apa alasan switching;
- bagaimana preferred solution.
Data tersebut:
menjadi fondasi opportunity assessment.
Peran Jasa Sebar Kuisioner
Jasa sebar kuisioner penting ketika perusahaan membutuhkan:
data primer dari target market.
Misalnya penelitian ingin mengukur:
apakah konsumen di kota tertentu memiliki kebutuhan terhadap produk baru.
Survey dapat diarahkan kepada:
responden yang sesuai dengan target population.
Screening Responden
Kualitas opportunity research:
sangat tergantung pada kualitas sample.
Screening dapat berdasarkan:
- age;
- location;
- income;
- category usage;
- purchase frequency;
- decision-maker status.
Dengan demikian:
responden benar-benar relevan dengan opportunity yang dianalisis.
Opportunity Mapping Berdasarkan Consumer Need
Perusahaan dapat memetakan kebutuhan berdasarkan:
importance
dan:
satisfaction.
Contoh:
| Kebutuhan | Importance | Satisfaction | Opportunity |
|---|---|---|---|
| Harga | 8,8 | 7,0 | Tinggi |
| Kecepatan | 9,1 | 6,2 | Sangat tinggi |
| Kualitas | 9,3 | 8,8 | Rendah |
| Convenience | 8,9 | 6,5 | Tinggi |
Kebutuhan dengan:
importance tinggi
tetapi:
satisfaction rendah
layak:
diteliti lebih lanjut.
Opportunity Matrix
Peluang dapat dipetakan menggunakan dua dimensi:
Market Attractiveness
dan:
Company Capability.
High Attractiveness + High Capability
Priority opportunity.
High Attractiveness + Low Capability
Build capability first.
Low Attractiveness + High Capability
Selective opportunity.
Low Attractiveness + Low Capability
Low priority.
Market Attractiveness
Market attractiveness dapat mencakup:
- market size;
- growth;
- margin;
- customer demand;
- competition;
- regulatory environment.
Company Capability
Capability mencakup:
- technology;
- distribution;
- capital;
- brand;
- human resources;
- operational capacity.
Opportunity:
baru menarik jika perusahaan mampu mengeksekusinya.
Competitive White Space
Salah satu output paling penting dari opportunity mapping adalah:
competitive white space.
White space muncul ketika:
customer need tinggi
tetapi:
competitive offering rendah.
White Space Tidak Selalu Berarti Produk Baru
White space dapat muncul dalam:
- pricing;
- service;
- distribution;
- packaging;
- channel;
- customer experience;
- product feature.
Artinya:
opportunity tidak selalu membutuhkan inovasi produk radikal.
Example: Distribution Opportunity
Misalnya:
customer satisfaction terhadap produk tinggi,
tetapi:
availability rendah.
Maka opportunity:
mungkin berada pada distribution,
bukan:
product development.
Example: Pricing Opportunity
Jika:
premium customer memiliki WTP tinggi,
tetapi:
market hanya menawarkan standard package,
perusahaan dapat menciptakan:
premium tier.
Example: Service Opportunity
Jika produk:
sudah commoditized,
tetapi customer:
mengeluhkan service,
perusahaan dapat:
memenangkan pasar melalui customer experience.
Opportunity dari Price-Value Gap
Opportunity juga dapat muncul ketika:
perceived value tinggi
tetapi:
price terlalu tinggi.
Perusahaan dapat:
mencari cost-efficient business model.
Tujuannya:
menawarkan value yang sama dengan price lebih accessible.
Value Innovation
Value innovation terjadi ketika perusahaan:
meningkatkan perceived value
sekaligus:
mengurangi unnecessary cost.
Dengan demikian:
competitive advantage tidak selalu berarti premium pricing.
Consumer Surplus
Dari perspektif ekonomi:
consumer surplus
merupakan selisih antara:
willingness to pay
dan:
actual price.
Jika perusahaan dapat:
menciptakan value yang tinggi dengan cost rendah,
maka terdapat:
ruang economic surplus.
Producer Surplus
Perusahaan juga perlu melihat:
producer surplus.
Produk yang:
sangat disukai customer
tetapi:
margin terlalu rendah
belum tentu:
attractive opportunity.
Opportunity harus:
menguntungkan kedua sisi.
Unit Economics
Sebelum mengejar opportunity:
unit economics harus diuji.
Pertimbangkan:
- price;
- variable cost;
- gross margin;
- CAC;
- retention;
- cost-to-serve.
Gross Margin
Secara sederhana:
Gross Margin = Revenue − Cost of Goods Sold
Market opportunity:
lebih menarik jika margin cukup untuk menutup fixed cost dan menghasilkan return.
Customer Acquisition Cost
Opportunity yang:
membutuhkan CAC sangat tinggi
dapat:
sulit menjadi profitable.
Karena itu:
market demand harus dikaitkan dengan acquisition economics.
Lifetime Value
Jika customer:
melakukan repeat purchase,
maka:
opportunity dapat menjadi lebih attractive.
Karena itu:
market research perlu melihat purchase frequency dan retention intention.
CLV-Based Opportunity
Segmen dengan:
high CLV
dapat:
lebih menarik
meskipun:
market size lebih kecil.
Opportunity Growth
Opportunity tidak hanya dinilai dari:
kondisi sekarang.
Perusahaan harus melihat:
trajectory.
Market kecil dengan:
growth 25% per tahun
dapat:
lebih menarik daripada market besar yang stagnan.
Emerging Demand
Emerging demand dapat terlihat dari:
- perubahan behavior;
- new technology;
- lifestyle shift;
- consumer complaint;
- search behavior;
- new usage occasion.
Survey dapat:
menguji apakah perubahan tersebut benar-benar meluas.
Trend vs Opportunity
Trend:
belum tentu opportunity.
Contohnya:
suatu produk viral.
Viralitas:
dapat bersifat sementara.
Opportunity membutuhkan:
sustainable demand.
Sustainability of Demand
Perusahaan perlu menguji:
apakah customer akan tetap membeli setelah novelty effect hilang.
Pertanyaan:
"Apakah Anda akan membeli kembali?"
dapat menjadi:
salah satu indikator.
Adoption Barrier
Opportunity dapat gagal karena:
- price;
- habit;
- trust;
- complexity;
- availability;
- switching cost.
Karena itu:
market opportunity bukan hanya demand.
Tetapi juga:
adoption feasibility.
Innovation Adoption
Customer:
early adopter
berbeda dengan:
mainstream customer.
Early adopter:
mungkin memiliki willingness to try tinggi.
Namun:
mainstream market
mungkin membutuhkan:
proof dan trust.
Opportunity Across Adoption Curve
Perusahaan dapat menentukan:
segmen mana yang harus ditargetkan terlebih dahulu.
Strateginya:
early adopters → early majority → mainstream.
Market Opportunity dan Product-Market Fit
Opportunity mapping:
terjadi sebelum atau selama product-market fit assessment.
Pertanyaan fundamental:
apakah terdapat cukup banyak customer yang memiliki problem yang cukup besar untuk membeli solusi?
Product-Market Fit Signals
Beberapa indikator:
- repeat purchase;
- retention;
- referral;
- willingness to pay;
- customer satisfaction.
Survey:
dapat membantu memahami perception,
tetapi:
behavioral data tetap penting.
Opportunity Validation dengan Concept Test
Perusahaan dapat menguji:
konsep produk.
Responden diberikan:
- product concept;
- benefit;
- price;
- visual;
- positioning.
Kemudian diukur:
- interest;
- relevance;
- uniqueness;
- purchase intent;
- WTP.
Concept Appeal vs Commercial Potential
Konsep:
sangat menarik
belum tentu:
commercially viable.
Karena itu:
appeal harus dibandingkan dengan economics.
Conjoint untuk Opportunity Mapping
Conjoint analysis dapat membantu mengetahui:
kombinasi feature dan price yang paling menarik.
Perusahaan dapat mengetahui:
feature mana yang memiliki utility paling tinggi.
Ini membantu:
merancang offering yang sesuai opportunity.
Choice Modeling
Choice-based research dapat mensimulasikan:
pilihan konsumen dalam competitive environment.
Misalnya:
Product A vs Product B vs Product C.
Dengan variasi:
- price;
- feature;
- brand;
- service.
Hasilnya:
memberikan gambaran potential market share.
Opportunity Under Competition
Opportunity harus diuji:
bukan dalam kondisi vacuum.
Jika produk baru masuk:
competitor mungkin merespons.
Misalnya:
price reduction,
promotion,
new product.
Karena itu:
scenario analysis penting.
Competitive Response
Market opportunity yang terlihat:
attractive
dapat menjadi kurang menarik jika:
incumbent memiliki kemampuan merespons dengan cepat.
Entry Barrier
Pertimbangkan:
- capital requirement;
- regulation;
- technology;
- distribution;
- brand loyalty;
- economies of scale.
Semakin tinggi:
barrier,
semakin besar:
investment required.
Opportunity Cost
Perusahaan memiliki:
resource terbatas.
Mengejar opportunity A:
berarti mungkin tidak mengejar opportunity B.
Karena itu:
opportunity harus dibandingkan.
Opportunity Portfolio
Perusahaan dapat membagi opportunity:
Core Opportunity
dekat dengan existing capability.
Adjacent Opportunity
membutuhkan capability baru secara moderat.
Transformational Opportunity
membutuhkan perubahan besar.
Strategi portfolio:
membantu mengurangi concentration risk.
Opportunity Scoring
Contoh framework:
| Faktor | Bobot | Opportunity A | Opportunity B |
|---|---|---|---|
| Market Size | 20% | 8 | 7 |
| Growth | 20% | 7 | 9 |
| WTP | 20% | 9 | 6 |
| Competition | 15% | 6 | 8 |
| Capability Fit | 15% | 9 | 5 |
| Entry Barrier | 10% | 7 | 6 |
Weighted score:
membantu membuat keputusan lebih sistematis.
Data Tidak Menggantikan Judgment
Market research:
memberikan evidence.
Namun:
keputusan strategis tetap membutuhkan judgment.
Data seharusnya:
memperkecil uncertainty,
bukan:
berpura-pura menghilangkan uncertainty.
Uncertainty dalam Opportunity Assessment
Setiap estimasi memiliki:
- sampling error;
- measurement error;
- forecast error;
- behavioral uncertainty.
Karena itu:
opportunity sebaiknya disajikan dalam scenario.
Scenario Analysis
Misalnya:
Conservative
adoption 5%.
Base
adoption 10%.
Optimistic
adoption 20%.
Dengan demikian:
management dapat melihat range outcome.
Sensitivity Analysis
Uji perubahan:
price,
adoption,
market size,
CAC,
retention.
Pertanyaan:
variabel mana yang paling menentukan profitability?
Decision Threshold
Perusahaan dapat menentukan:
minimum market size,
minimum WTP,
minimum margin,
atau:
maximum CAC.
Jika opportunity:
melewati threshold,
maka:
dapat masuk tahap berikutnya.
Market Research sebagai Risk Reduction
Investasi:
selalu mengandung uncertainty.
Research tidak menghilangkan risiko.
Namun:
dapat mengurangi information asymmetry sebelum modal dialokasikan.
Ini merupakan salah satu nilai ekonomi terbesar dari riset pasar.
Information Value
Jika sebuah keputusan bernilai:
Rp10 miliar,
dan market research:
dapat mengurangi kemungkinan salah keputusan,
maka:
nilai informasi dapat jauh melebihi biaya research.
Expected Value of Information
Secara konseptual:
EVSI = Expected Value with Information − Expected Value without Information
Jika:
EVSI > Research Cost,
maka:
research memiliki economic justification.
Opportunity Mapping untuk Investor
Investor dapat menggunakan framework ini untuk:
- market attractiveness;
- demand validation;
- competitive intensity;
- scalability;
- customer economics.
Bukan hanya:
melihat market size.
Opportunity Mapping untuk Product Team
Product team dapat menggunakan data untuk:
menentukan:
- feature priority;
- target customer;
- price;
- positioning;
- product concept.
Opportunity Mapping untuk Marketing
Marketing dapat mengetahui:
segmen mana yang paling responsive.
Kemudian:
budget dapat dialokasikan berdasarkan expected return.
Opportunity Mapping untuk Management
Management mendapatkan:
strategic evidence
untuk menentukan:
- expand;
- launch;
- reposition;
- invest;
- partner;
- atau exit.
Common Mistakes dalam Market Opportunity Assessment
Menganggap Market Besar = Peluang Besar
Tidak selalu.
Menggunakan Data Sekunder Saja
Data sekunder:
belum tentu menjawab consumer needs spesifik.
Mengandalkan Purchase Intention
Intention:
tidak selalu menjadi actual purchase.
Mengabaikan Kompetitor
Opportunity:
dapat langsung diserang incumbent.
Tidak Menghitung Economics
Demand tinggi:
belum tentu profitable.
Tidak Menguji WTP
Interest:
tidak sama dengan willingness to pay.
Tidak Melakukan Segmentation
Average market:
dapat menyembunyikan high-value segment.
Framework Lengkap Market Opportunity Mapping
Tahapan yang dapat digunakan:
1. Market Definition
Tentukan:
kategori dan geographic scope.
2. Consumer Need Mapping
Identifikasi:
needs dan pain points.
3. Demand Validation
Ukur:
interest dan purchase intention.
4. Competitive Mapping
Identifikasi:
competitor dan offering.
5. Gap Analysis
Temukan:
unmet need dan white space.
6. WTP Analysis
Ukur:
economic value dari perspective customer.
7. Market Sizing
Estimasi:
TAM, SAM, SOM.
8. Unit Economics
Hitung:
margin, CAC, CLV.
9. Opportunity Scoring
Bandingkan:
attractiveness dan feasibility.
10. Scenario Analysis
Uji:
conservative, base, optimistic.
11. Strategic Prioritization
Pilih:
opportunity dengan expected value terbaik.
12. Validation
Lakukan:
concept test atau pilot.
Peran Jasa Market Research
Jasa market research membantu perusahaan mengubah:
pertanyaan bisnis
menjadi:
research question,
kemudian:
data,
dan akhirnya:
strategic insight.
Research dapat mencakup:
- market sizing;
- consumer segmentation;
- competitor analysis;
- pricing research;
- concept testing;
- customer research;
- opportunity assessment.
Peran Jasa Sebar Kuisioner
Jasa sebar kuisioner menjadi penting ketika perusahaan membutuhkan:
data primer yang spesifik terhadap target market.
Bukan hanya:
jumlah responden yang banyak,
tetapi:
responden yang tepat.
Kriteria seperti:
- screening;
- quota;
- geography;
- demographic;
- behavioral criteria
perlu dirancang sesuai:
research objective.
Quality Control dalam Survey
Data yang buruk:
menghasilkan opportunity assessment yang buruk.
Karena itu:
quality control diperlukan.
Misalnya:
- duplicate detection;
- response duration;
- attention check;
- inconsistent response;
- screening validation.
Q&A Seputar Jasa Market Research dan Jasa Sebar Kuisioner
Apa itu market opportunity mapping?
Market opportunity mapping adalah proses memetakan peluang bisnis berdasarkan kombinasi kebutuhan konsumen, market demand, competitive gap, market attractiveness, dan kemampuan perusahaan.
Mengapa jasa market research dibutuhkan untuk menemukan peluang pasar?
Karena jasa market research dapat membantu perusahaan memperoleh evidence mengenai kebutuhan konsumen, willingness to pay, competitive landscape, market size, dan potensi pertumbuhan.
Apa fungsi jasa sebar kuisioner dalam market opportunity research?
Jasa sebar kuisioner membantu mendapatkan data primer langsung dari target market untuk menguji kebutuhan, minat, purchase intention, preference, dan willingness to pay.
Apakah market yang besar selalu merupakan opportunity yang bagus?
Tidak. Market besar dapat memiliki competition tinggi, margin rendah, adoption barrier tinggi, atau customer acquisition cost yang mahal.
Apa perbedaan market opportunity dan market size?
Market size menunjukkan besarnya pasar, sedangkan market opportunity mempertimbangkan apakah terdapat ruang yang menarik dan feasible untuk ditangkap perusahaan.
Apa itu white space?
White space adalah area kebutuhan atau positioning yang belum dilayani secara optimal oleh existing competitors.
Apakah unmet need selalu menjadi peluang bisnis?
Tidak. Unmet need harus memiliki cukup demand dan willingness to pay serta dapat dilayani secara economically viable.
Mengapa willingness to pay penting?
Karena konsumen dapat menyatakan membutuhkan suatu produk tetapi belum tentu bersedia mengeluarkan uang untuk membelinya.
Apakah purchase intention dapat digunakan untuk memprediksi penjualan?
Purchase intention dapat menjadi salah satu indikator, tetapi sebaiknya tidak digunakan sendirian karena actual purchase dipengaruhi harga, availability, competition, habit, dan faktor lainnya.
Kapan market opportunity perlu divalidasi?
Sebelum perusahaan melakukan investasi besar, terutama ketika opportunity membutuhkan product development, capital expenditure, ekspansi wilayah, atau perubahan business model.
Apakah survey cukup untuk menemukan market opportunity?
Survey merupakan salah satu sumber data. Hasil yang lebih kuat biasanya diperoleh dengan menggabungkan primary research, secondary data, competitor analysis, behavioral data, dan economic analysis.
Bagaimana menentukan opportunity yang paling menarik?
Opportunity dapat dibandingkan berdasarkan market size, growth, WTP, profitability, competitive intensity, entry barrier, company capability, dan expected return.
Market opportunity tidak selalu berada di:
pasar terbesar.
Peluang sering kali justru berada di:
celah antara kebutuhan konsumen dan kemampuan pasar saat ini dalam menyediakan solusi.
Karena itu, perusahaan perlu melihat pasar melalui beberapa lapisan:
Demand → Need → Value → Competition → Economics → Feasibility
Data konsumen membantu menjawab:
apa yang dibutuhkan.
Analisis kompetitor menjawab:
siapa yang sudah menyediakannya.
Pricing research menjawab:
berapa nilai ekonominya.
Market sizing menjawab:
seberapa besar skalanya.
Dan business analysis menjawab:
apakah opportunity tersebut layak dikejar.
Melalui jasa market research, perusahaan dapat membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai:
consumer demand,
unmet needs,
competitive gaps,
willingness to pay,
market attractiveness,
dan:
potential economic value.
Sementara jasa sebar kuisioner membantu menyediakan:
data primer yang relevan untuk memvalidasi asumsi mengenai pasar.
Pada akhirnya, market opportunity mapping bukan sekadar aktivitas mencari:
"pasar yang sedang tumbuh."
Pendekatan yang lebih strategis adalah mencari:
"ruang di mana kebutuhan konsumen cukup besar, willingness to pay cukup kuat, kompetisi belum terlalu dominan, dan perusahaan memiliki kemampuan untuk menciptakan serta menangkap economic value."
Di situlah:
peluang bisnis yang sebenarnya berada.